Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | Wakil Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya, berhasil memperoleh persetujuan komprehensif dari People’s Bank of China (PBOC) untuk penerbitan panda bond yang akan menandai langkah signifikan dalam diversifikasi sumber pendanaan luar negeri Indonesia.
Panda bond merupakan obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar obligasi China. Dukungan penuh PBOC memberi sinyal kepercayaan terhadap kualitas fiskal dan prospek ekonomi Indonesia, sekaligus membuka akses ke investor institusional China yang selama ini menjadi pasar utama bagi obligasi sovereign.
Berikut beberapa poin penting terkait rencana tersebut:
- Target nilai emis: sekitar US$1 miliar (setara dengan sejumlah yuan), yang diharapkan dapat menurunkan beban biaya pinjaman dibandingkan sumber pembiayaan tradisional.
- Jangka waktu obligasi: diperkirakan 5‑10 tahun, menyesuaikan dengan kebutuhan likuiditas pemerintah dan proyek infrastruktur.
- Penggunaan dana: sebagian besar akan dialokasikan untuk pembiayaan proyek infrastruktur strategis, pengembangan energi terbarukan, dan penanggulangan defisit fiskal.
- Manfaat bagi pasar keuangan Indonesia: meningkatkan likuiditas, memperkuat profil kredit, serta memperluas basis investor internasional.
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa kolaborasi dengan PBOC bukan sekadar soal pendanaan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan China. Ia menambahkan bahwa proses regulasi dan persetujuan telah berjalan lancar berkat koordinasi intensif antara otoritas keuangan kedua negara.
Dukungan ini juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam indeks obligasi global, serta menambah pilihan bagi investor yang mencari diversifikasi portofolio dengan eksposur terhadap yuan.
Jika semua prosedur selesai tepat waktu, penerbitan panda bond dapat dijadwalkan pada akhir 2024 atau awal 2025, menandai debut pertama obligasi berdenominasi yuan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.