Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp 4 triliun untuk memperkuat keselamatan perkeretaapian nasional. Dana tersebut akan dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan ditujukan untuk mengatasi sejumlah tantangan keselamatan yang muncul setelah serangkaian kecelakaan kereta api belakangan ini.
- Peningkatan sistem sinyal dan kontrol otomatis (CBTC) pada jalur‑jalur prioritas.
- Modernisasi dan penggantian perangkat perlindungan pada perlintasan tingkat (level crossing).
- Pengadaan peralatan keselamatan seperti sistem pemantauan kondisi rel dan kamera pengawas di stasiun.
- Pelatihan intensif bagi masinis, petugas perlintasan, dan tim penanggulangan darurat.
Menhub menambahkan bahwa implementasi program tersebut akan dikoordinasikan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) serta lembaga‑lembaga terkait, termasuk Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Target awal adalah menyelesaikan upgrade pada jalur‑jalur utama dalam kurun waktu tiga tahun, dengan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitasnya.
“Kami berterima kasih atas komitmen Presiden dalam menyediakan dana yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan standar keselamatan kereta api. Ini merupakan langkah penting untuk melindungi nyawa penumpang dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap transportasi kereta,” ujar Dudy dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, 26 Mei 2024.
Pendanaan sebesar Rp 4 triliun ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor transportasi kereta api, meningkatkan efisiensi operasional, serta membuka peluang kerja baru dalam bidang teknik dan keselamatan. Analisis awal menunjukkan bahwa investasi tersebut berpotensi menurunkan tingkat kecelakaan hingga 30 % dalam lima tahun pertama.