Setapak Langkah – 02 Juni 2026 | Denpasar, Bali – Pada pekan pertama September 2026, provinsi Bali menyambut rangkaian acara Bulan Bung Karno 2026 yang bertujuan menghidupkan kembali semangat perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Upacara pembukaan yang dihadiri Gubernur Bali, Wayan Koster, menandai momentum penting bagi warga Pulau Dewata untuk menelusuri jejak sejarah sang Proklamator.
Gubernur Koster menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan semangat gotong‑royong yang selalu ditekankan oleh Soekarno. Ia mengingatkan bahwa Bali, meski dikenal dengan keanekaragaman budayanya, juga memiliki peran strategis dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, termasuk kunjungan Soekarno pada tahun 1950-an yang memperkuat hubungan pusat‑provinsi.
Serangkaian kegiatan selama Bulan Bung Karno di Bali meliputi:
- Pameran foto dan dokumen arsip Soekarno yang dipamerkan di Museum Bali.
- Lokakarya seni tradisional Bali dengan tema “Semangat Nasionalisme”.
- Diskusi panel yang melibatkan sejarawan, tokoh budaya, dan pemuda tentang relevansi pemikiran Soekarno dalam konteks modern.
- Festival musik dan tarian yang menggabungkan elemen kebangsaan dan budaya Bali.
Acara tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menjadi ajang refleksi bagi generasi muda Bali untuk memahami nilai‑nilai kebangsaan yang terkandung dalam filosofi “Indonesia Raya”. Gubernur Koster menutup sambutannya dengan harapan agar Bulan Bung Karno dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air yang mendalam dan memotivasi warga Bali untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa.
Dengan dukungan pemerintah provinsi, lembaga kebudayaan, serta partisipasi aktif masyarakat, Bulan Bung Karno 2026 di Bali diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperingati jasa‑jasa para pendiri bangsa, sekaligus memperkuat identitas kebangsaan di era globalisasi.