Setapak Langkah – 12 Juli 2026 | Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Brian Yuliarto menegaskan pentingnya pemanfaatan hasil riset Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Ponorogo sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. Dalam pernyataannya, ia menyoroti bahwa inovasi akademik yang dihasilkan oleh institusi tersebut memiliki potensi untuk dijadikan acuan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kritis bangsa, mulai dari sektor ekonomi hingga keamanan pangan.
Riset UNIDA Gontor: Fokus dan Capaian
UNIDA Gontor dikenal dengan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai kebangsaan. Beberapa bidang riset unggulan meliputi:
- Pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan
- Inovasi energi terbarukan berbasis biomassa
- Studi sosial‑ekonomi tentang pemberdayaan masyarakat pedesaan
Hasil-hasil tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal internasional dan mendapatkan pengakuan dari lembaga-lembaga riset nasional.
Harapan Mendikbudristek
Brian Yuliarto mengajak seluruh perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk meninjau dan mengadopsi temuan UNIDA Gontor. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor akan mempercepat implementasi solusi praktis, mengurangi ketergantungan pada teknologi impor, serta meningkatkan kemandirian nasional.
Langkah Konkret yang Diharapkan
Untuk mewujudkan visi tersebut, beberapa langkah strategis diusulkan:
- Pembentukan forum koordinasi antara Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi dengan UNIDA Gontor.
- Pengalokasian dana khusus bagi proyek-proyek yang berpotensi menghasilkan produk atau layanan publik.
- Penyusunan kebijakan insentif bagi industri yang mengadopsi teknologi hasil riset lokal.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan riset akademik tidak hanya berhenti pada publikasi, melainkan dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan publik dan program pembangunan nasional.
Secara keseluruhan, seruan Mendikbudristek menjadi panggilan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menempatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai motor utama dalam mengatasi permasalahan bangsa.