Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Fadli Zon, menilai bahwa penghargaan Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 berperan penting dalam memacu inovasi di tingkat daerah untuk melestarikan warisan budaya Indonesia. Penghargaan ini diberikan secara tahunan sejak 2023 dan kali ini menyoroti program‑program kreatif yang berhasil mengintegrasikan nilai tradisional dengan teknologi modern.
Beberapa kategori utama dalam TMII Awards 2026 meliputi:
- Inovasi Digital Budaya – program yang memanfaatkan media digital, aplikasi, atau platform daring untuk memperkenalkan warisan budaya.
- Pengembangan Ekowisata Budaya – inisiatif yang menggabungkan pelestarian budaya dengan destinasi ekowisata berkelanjutan.
- Pendidikan dan Revitalisasi Seni Tradisional – proyek yang menargetkan generasi muda melalui kurikulum, workshop, atau kompetisi seni tradisional.
- Keterlibatan Masyarakat – program yang melibatkan komunitas lokal dalam proses pelestarian dan promosi budaya.
Pemenang utama tahun ini, yang menerima Pradana Nitya Budaya, adalah Pemerintah Kabupaten X (contoh) yang berhasil mengimplementasikan aplikasi AR (augmented reality) untuk menampilkan cerita‑cerita rakyat pada situs bersejarah mereka. Inisiatif tersebut meningkatkan kunjungan wisatawan hingga 30% dalam tiga bulan pertama peluncuran.
Selain penghargaan utama, TMII Awards juga menyoroti 10 proyek unggulan yang akan mendapatkan dukungan pendanaan tambahan dari Kementerian Kebudayaan selama dua tahun ke depan. Bantuan tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan program, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta mengintegrasikan teknologi terkini.
Fadli Zon menutup acara dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sinergi antara kebudayaan dan inovasi. “Budaya adalah aset paling berharga yang harus kita jaga dan kembangkan bersama teknologi. TMII Awards adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat menghasilkan solusi kreatif untuk tantangan pelestarian budaya,” katanya.