Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Media pro-IRGC baru-baru ini menegaskan bahwa Iran tidak memiliki pilihan selain mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan tersebut menekankan bahwa memiliki bom nuklir dianggap esensial bagi keamanan dan kedaulatan negara, serta sebagai balasan atas tekanan eksternal.
Berbagai faktor yang disebutkan meliputi:
- Ancaman sanksi ekonomi yang dapat melemahkan daya beli dan investasi nasional.
- Tekanan geopolitik yang terus meningkat, terutama dari negara-negara Barat.
- Kebutuhan untuk menegaskan posisi Iran sebagai kekuatan regional yang tidak dapat diabaikan.
- Pengalaman China yang, menurut media tersebut, berhasil mengurangi tekanan eksternal setelah memperkuat kapasitas nuklirnya.
Namun, pernyataan ini menuai kritik luas dari komunitas internasional. Banyak pihak menilai bahwa upaya mempercepat program nuklir Iran akan meningkatkan risiko proliferasi senjata massal dan memicu perlombaan senjata di Timur Tengah.
Di dalam negeri, reaksi beragam. Sebagian kalangan politik mendukung pandangan pro-IRGC sebagai cara untuk melindungi kedaulatan, sementara kelompok reformis mengingatkan bahaya isolasi diplomatik dan dampak ekonomi jangka panjang.
Sejumlah analis menyoroti bahwa meskipun Iran memiliki kapasitas teknis, tantangan utama tetap pada penggalangan dana, akses bahan baku, dan kemampuan menembus kontrol internasional yang semakin ketat.
Secara keseluruhan, pernyataan media pro-IRGC mencerminkan dinamika politik dalam negeri Iran serta tekanan luar yang terus mempengaruhi kebijakan strategis negara tersebut.