Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait penangguhan program MBG (Makanan Bergizi) yang dipicu oleh aksi protes mahasiswa serta tekanan dari beberapa organisasi sipil. Menurutnya, keputusan tersebut diambil demi menyesuaikan kebijakan dengan arahan Presiden, yang menekankan pentingnya penyaluran bantuan gizi secara tepat sasaran.
Dalam pernyataannya, pejabat tersebut menegaskan bahwa BGN tetap berkomitmen menjalankan perintah Presiden dengan mengutamakan tiga prioritas utama:
- Menjamin keberlanjutan program gizi bagi kelompok rentan yang paling membutuhkan.
- Mengoptimalkan mekanisme distribusi agar tidak terjadi penyalahgunaan atau penumpukan stok.
- Meninjau kembali prosedur pelaksanaan MBG agar selaras dengan aspirasi mahasiswa dan masyarakat sipil.
Selain itu, ia menambahkan bahwa penangguhan sementara bukan berarti program akan dihentikan secara permanen. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan dengan kondisi lapangan, termasuk mempertimbangkan masukan dari kalangan akademisi, LSM, serta pemangku kepentingan lainnya.
Langkah selanjutnya meliputi:
- Pengumpulan data lapangan mengenai dampak program MBG yang sudah berjalan.
- Dialog intensif dengan perwakilan mahasiswa dan organisasi sipil untuk mencari solusi bersama.
- Penyusunan rekomendasi kebijakan yang akan diajukan kepada Presiden dalam waktu dekat.
Dengan pendekatan ini, BGN berharap dapat memperbaiki efektivitas program gizi serta meredam ketegangan sosial yang muncul akibat protes, sambil tetap menjaga komitmen pemerintah dalam meningkatkan status gizi nasional.