Setapak Langkah – 10 Agustus 2026 | Marina Mamonova, seorang mantan jurnalis asal Uni Soviet, kini menjadi tokoh sentral sebuah sekte yang mengklaim dirinya adalah manifestasi ilahi. Sekte ini mengumpulkan ribuan pengikut yang tersebar di beberapa negara, termasuk Rusia, Ukraina, dan negara-negara Eropa Timur lainnya.
Berawal dari karier jurnalistik pada era akhir Soviet, Mamonova beralih ke dunia spiritual setelah mengalami apa yang ia sebut sebagai “pencerahan metafisik” pada awal 2000-an. Ia kemudian mendirikan komunitas yang menekankan pada visi apokaliptik, di mana Ukraina diproyeksikan menjadi “panggung kiamat” yang akan menandai kebangkitan baru bagi umat manusia.
Berikut beberapa klaim utama yang disebarkan oleh Mamonova dan para pengikutnya:
- Ukraina akan menjadi zona konflik energi kosmis yang memicu kehancuran global.
- Pengikut sekte harus bersiap dengan ritual‑ritual khusus untuk menyelamatkan jiwa mereka.
- Pemerintah dunia, termasuk Ukraina, secara sadar menolak sinyal ilahi yang dibawa oleh Mamonova.
Pernyataan kontroversial ini menarik perhatian media internasional dan otoritas keamanan, terutama karena sekte tersebut dikabarkan menggalang dana melalui sumbangan online serta mengadakan pertemuan rahasia di wilayah yang tidak stabil secara politik.
Di Ukraina, pihak berwenang menanggapi dengan waspada. Mereka menegaskan bahwa segala bentuk aktivitas yang dapat memicu kepanikan atau mengganggu keamanan publik akan ditindak tegas, termasuk penyelidikan terhadap aliran‑aliran yang mengusung narasi apokaliptik.
Para pakar sosiologi dan agama menilai bahwa fenomena sekte semacam ini muncul sebagai respons terhadap ketidakpastian geopolitik dan krisis eksistensial yang melanda masyarakat pasca‑Perang Dingin. Mereka memperingatkan bahwa klaim‑klaim eksentrik dapat memicu radikalisasi, terutama bila dibarengi dengan janji-janji penyelamatan spiritual.
Sementara itu, jaringan media sosial menjadi arena utama penyebaran ajaran Mamonova. Tanpa tautan eksternal, para pengikut menyebarkan kutipan, video, dan materi visual yang menegaskan bahwa “Ukraina adalah medan pertempuran akhir zaman”. Pengaruh digital ini memperluas jangkauan sekte, menimbulkan tantangan baru bagi regulator dalam memantau dan menanggulangi penyebaran informasi yang dapat memicu kegelisahan massal.