Setapak Langkah – 18 Juli 2026 | Manufacturing Surabaya 2026 resmi dibuka pada akhir Juni 2026, menandai lahirnya pusat inovasi industri di wilayah Timur Indonesia. Inisiatif ini dirancang untuk menjadi katalisator kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga riset, dan pemerintah dalam rangka mempercepat transformasi manufaktur.
Latar Belakang
Seiring dengan percepatan program Made in Indonesia dan kebijakan percepatan industrialisasi, pemerintah menargetkan pertumbuhan nilai tambah manufaktur nasional mencapai 12% per tahun. Surabaya dipilih karena posisinya yang strategis sebagai gerbang logistik dan keberadaan ekosistem industri otomotif, logistik, serta teknologi.
Tujuan dan Manfaat
- Menyediakan ruang bagi pertemuan bisnis dan pertukaran pengetahuan antar perusahaan.
- Fasilitas laboratorium pengujian dan prototyping untuk mempercepat pengembangan produk.
- Platform pendanaan bersama antara investor swasta dan lembaga keuangan publik.
- Pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan magang.
Fasilitas dan Teknologi
Pusat ini dilengkapi dengan fasilitas produksi berskala pilot, laboratorium material, ruang kolaboratif digital, serta infrastruktur TI berbasis cloud. Teknologi yang diintegrasikan mencakup Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI) untuk prediksi permintaan, serta sistem manufaktur additive (3D printing).
Dampak Ekonomi Regional
| Indikator | Proyeksi 2026‑2030 |
|---|---|
| Investasi baru | USD 1,2 miliar |
| Penciptaan lapangan kerja | +12.000 pekerjaan |
| Peningkatan nilai ekspor | +15 % |
Prospek Kolaborasi Masa Depan
Pengelola pusat menargetkan kolaborasi lintas sektor, termasuk energi terbarukan, agritech, dan otomasi. Program inkubator startup akan membuka peluang bagi perusahaan rintisan lokal untuk mengakses fasilitas produksi dan jaringan pasar.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kementerian terkait, dan pelaku industri, Manufacturing Surabaya 2026 menjadi tonggak penting dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai hub manufaktur berteknologi tinggi di Asia Tenggara.