Setapak Langkah – 03 Mei 2026 | Jabodetabek akan menyaksikan peningkatan layanan LRT Jabodebek selama libur panjang 1 hingga 3 Mei. Untuk menanggapi lonjakan permintaan penumpang, operator LRT memutuskan menambah frekuensi perjalanan menjadi 270 kali dalam sehari, naik signifikan dibandingkan pola operasi biasa.
Penambahan ini mencakup semua jalur utama LRT Jabodebek, dengan interval antar kereta yang dipersingkat sehingga jarak waktu tunggu penumpang berkurang. Jadwal baru dirancang untuk mengakomodasi pergerakan massal warga yang memanfaatkan libur panjang untuk berkunjung ke keluarga, berwisata, atau sekadar beraktivitas di luar rumah.
Berikut rangkuman penyesuaian operasional selama tiga hari libur:
- Jumlah total perjalanan naik menjadi 270 perjalanan per hari, atau rata-rata 135 perjalanan per arah.
- Interval kereta dipercepat menjadi 5-7 menit pada jam sibuk, dan 8-10 menit pada jam non‑sibuk.
- Semua stasiun utama tetap dibuka penuh, termasuk stasiun yang biasanya memiliki layanan terbatas pada akhir pekan.
- Petugas tambahan ditempatkan di pintu masuk dan keluar stasiun untuk memperlancar alur penumpang.
Pengelola LRT Jabodebek menyatakan bahwa peningkatan frekuensi ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya, khususnya pada koridor utama yang biasanya mengalami kemacetan berat selama libur panjang. Selain itu, layanan yang lebih intensif diharapkan meningkatkan kepuasan pengguna transportasi umum dan mendorong lebih banyak warga beralih dari kendaraan pribadi ke moda massal.
Secara ekonomi, langkah ini juga berpotensi menambah pendapatan tiket bagi operator LRT, sekaligus menstimulasi sektor usaha di sekitar stasiun yang biasanya mendapatkan peningkatan aktivitas perdagangan selama libur. Dengan memperkuat jaringan transportasi publik, pemerintah daerah berharap dapat menciptakan mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi masyarakat Jabodetabek.
Warga yang berencana menggunakan LRT Jabodebek selama libur panjang disarankan untuk memanfaatkan jadwal yang lebih padat ini, serta memperhatikan protokol kesehatan yang tetap berlaku di setiap stasiun dan kereta.