Setapak Langkah – 03 Mei 2026 | Lembaga Penelitian Ekonomi Makro (LPEM) Universitas Indonesia memperkirakan bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 akan mencapai 5,48 persen secara tahunan (yoy). Proyeksi tersebut berada dalam rentang estimasi 5,46 persen hingga 5,5 persen.
Proyeksi ini didasarkan pada analisis data historis pertumbuhan ekonomi, kondisi makroekonomi global, serta kebijakan fiskal dan moneter yang diperkirakan akan tetap mendukung aktivitas ekonomi domestik. Berikut beberapa faktor utama yang mempengaruhi perkiraan tersebut:
- Peningkatan ekspor barang dan jasa yang diperkirakan akan tetap kuat.
- Konsolidasi pasar domestik dengan konsumsi rumah tangga yang stabil.
- Kebijakan moneter yang menjaga inflasi dalam batas target.
Berikut rangkuman angka proyeksi:
| Kuartal | Proyeksi Pertumbuhan PDB (yoy) |
|---|---|
| I 2026 | 5,48% |
| Rentang estimasi | 5,46% – 5,50% |
Jika realisasi mendekati angka tersebut, ekonomi Indonesia diperkirakan akan melanjutkan laju pemulihan pasca‑pandemi, memberikan ruang bagi peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja. Namun, pencapaian target tetap bergantung pada stabilitas kondisi eksternal serta efektivitas kebijakan dalam mengatasi potensi risiko seperti fluktuasi harga komoditas dan tekanan inflasi.