Setapak Langkah – 26 Juni 2026 | Bank Jakarta bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jaya kembali menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Jurnalistik MH Thamrin 2026 dengan menambahkan kategori khusus yang berfokus pada literasi keuangan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengetahuan finansial publik sekaligus mempererat hubungan antara institusi keuangan dan komunitas media.
Berikut rangkuman utama kompetisi:
- Waktu pelaksanaan: Pendaftaran dibuka 1 Mei hingga 15 Juni 2026; penjurian berlangsung pada akhir Juni.
- Target peserta: Mahasiswa, jurnalis profesional, serta penulis lepas dari seluruh Indonesia.
- Kategori lomba: (a) Karya tulis umum tentang tokoh MH Thamrin, (b) Kategori khusus literasi keuangan yang menyoroti cara mengelola uang, investasi, dan perencanaan keuangan pribadi.
- Hadiah utama: Total hadiah mencapai Rp 150 juta, dengan pemenang kategori literasi keuangan mendapatkan hadiah tunai sebesar Rp 30 juta serta kesempatan magang di Bank Jakarta.
Pihak penyelenggara menekankan pentingnya edukasi keuangan dalam era digital, di mana masyarakat semakin dihadapkan pada produk keuangan kompleks. “Melalui lomba ini, kami berharap jurnalis dapat menghasilkan karya yang edukatif, mudah dipahami, dan dapat mendorong perilaku finansial yang lebih sehat,” ujar perwakilan Bank Jakarta.
PWI Jaya menambahkan, kolaborasi ini juga menjadi sarana bagi wartawan untuk memperdalam pengetahuan ekonomi sambil mengasah kemampuan menulis investigatif. Selain itu, Bank Jakarta berencana meluncurkan serangkaian program workshop literasi keuangan bagi pemenang dan finalis.
Data partisipasi pada edisi sebelumnya menunjukkan peningkatan minat publik: pada tahun 2025 tercatat 1.200 karya terkirim, sementara pada tahun 2026 diproyeksikan melampaui 1.800 karya.
| Kategori | Hadiah Tunai |
|---|---|
| Umum (MH Thamrin) | Rp 100 juta |
| Literasi Keuangan | Rp 30 juta |
| Penghargaan Khusus | Rp 20 juta |
Penilaian akan dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari pakar ekonomi, wartawan senior, dan akademisi. Kriteria utama meliputi kedalaman analisis, kejelasan bahasa, serta kemampuan menyampaikan informasi finansial secara menarik.
Dengan penambahan kategori literasi keuangan, diharapkan kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan jurnalistik, melainkan juga katalisator peningkatan kesadaran ekonomi masyarakat Indonesia.