Setapak Langkah – 19 Mei 2026 | Penembakan massal terjadi pada tanggal … di Islamic Center San Diego, sebuah tempat ibadah Muslim di kota San Diego, Amerika Serikat, menewaskan lima orang dan melukai beberapa lainnya.
Korban meninggal di tempat kejadian meliputi dua pria dewasa, dua wanita, dan satu anak remaja. Identitas lengkap mereka belum dipublikasikan, namun mereka diketahui merupakan anggota aktif komunitas Muslim setempat.
- Korban 1: Pria, 45 tahun, anggota dewan masjid.
- Korban 2: Wanita, 38 tahun, pengajar bahasa Arab.
- Korban 3: Pria, 29 tahun, pekerja TI.
- Korban 4: Wanita, 27 tahun, mahasiswa.
- Korban 5: Remaja, 16 tahun, pelajar.
Polisi San Diego segera melakukan penyelidikan, mengamankan area, dan menutup sementara akses ke masjid. Sebuah tim taktis dikerahkan untuk mencari pelaku yang masih berada di tempat kejadian. Hingga saat ini, identitas penembak belum diketahui secara pasti, dan motif serangan masih menjadi bahan penyelidikan.
Pihak berwenang menegaskan bahwa tidak ada indikasi terorisme terorganisir, namun mereka tidak menutup kemungkinan adanya motivasi kebencian terhadap umat Islam. FBI turut serta dalam penyelidikan, memeriksa rekaman CCTV, jejak peluru, serta latar belakang potensial tersangka.
Reaksi masyarakat dan pemimpin agama pun mengalir deras. Imam Islamic Center San Diego menyampaikan rasa duka mendalam serta menyerukan solidaritas dan kedamaian. Pemimpin lokal, termasuk Walikota San Diego, mengutuk tindakan kekerasan ini dan menjanjikan peningkatan keamanan di tempat-tempat ibadah.
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, D.C. juga mengirimkan pernyataan belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta agar kasus ini diselidiki secara transparan. Organisasi hak asasi manusia menekankan pentingnya perlindungan terhadap kebebasan beragama.
Insiden ini menambah daftar serangkaian serangan terhadap tempat ibadah di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan keprihatinan tentang meningkatnya kebencian berbasis agama. Pemerintah federal telah menyatakan komitmen untuk memperkuat program keamanan dan dialog antaragama guna mencegah tragedi serupa di masa depan.