Setapak Langkah – 22 Mei 2026 | Sejumlah anggota DPR dari Fraksi Golkar menyatakan dukungan penuh terhadap program Pengembangan Sistem Nasional (PSN) Wanam, yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan Indonesia serta mengoptimalkan potensi lumbung pangan di Papua.
PSN Wanam merupakan inisiatif pemerintah yang memfokuskan pada peningkatan produksi pangan melalui pemanfaatan lahan pertanian di wilayah Papua, khususnya daerah pegunungan yang selama ini belum banyak dikembangkan. Program ini melibatkan petani lokal, lembaga penelitian, serta sektor swasta untuk menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan.
Dalam pernyataannya, Ketua Fraksi Golkar di DPR, Bapak Agus Mahendra, menekankan, “Dukungan kami bukan sekadar simbolik, melainkan komitmen nyata untuk memastikan PSN Wanam dapat berlanjut dan memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan nasional. Papua memiliki sumber daya alam yang melimpah, dan kami ingin memastikan potensi tersebut dimanfaatkan secara optimal.”
Berikut beberapa poin penting yang disorot oleh para legislator:
- Penguatan infrastruktur pertanian, termasuk irigasi dan akses jalan ke daerah terpencil.
- Peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan teknik pertanian modern dan penggunaan bibit unggul.
- Penerapan teknologi informasi untuk memantau produksi dan distribusi hasil panen secara real‑time.
- Pengembangan pasar lokal dan nasional guna memastikan hasil pertanian Papua dapat bersaing secara kompetitif.
Para legislator juga menyoroti peran strategis PSN Wanam dalam memperkaya lumbung pangan nasional, khususnya dalam menyuplai beras, sayuran, dan komoditas lain yang selama ini masih bergantung pada impor. Dengan meningkatkan produksi domestik, Indonesia dapat mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga global.
Ke depan, Fraksi Golkar berjanji akan terus memantau pelaksanaan PSN Wanam, mengadvokasi alokasi anggaran yang memadai, serta menggalang sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait. Harapannya, program ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, melainkan fondasi kuat bagi ketahanan pangan berkelanjutan Indonesia.