Setapak Langkah – 24 April 2026 | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan mengungkap seluruh jaringan yang melibatkan bos Maktour, Fuad Hasan Masyhur, dalam dugaan korupsi alokasi kuota haji tahun 2023‑2024. Penyidikan ini menjadi sorotan nasional karena menyangkut alokasi kuota ibadah haji yang menjadi hak ribuan jemaah.
Berikut rangkaian langkah yang telah diambil KPK hingga kini:
- Pengamanan dan penyitaan dokumen terkait alokasi kuota haji.
- Wawancara saksi dari kementerian, birokrasi, hingga calon penerima kuota.
- Pemeriksaan rekening bank dan transaksi keuangan yang mencurigakan.
- Kolaborasi dengan otoritas keuangan untuk menelusuri alur dana.
Timeline singkat perkembangan kasus:
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 10 April 2024 | KPK menerima laporan awal tentang dugaan korupsi kuota haji. |
| 15 April 2024 | Tim penyidik melakukan pemeriksaan awal di kantor Maktour. |
| 22 April 2024 | Penyitaan dokumen dan data keuangan terkait. |
| 28 April 2024 | Pengajuan permohonan penetapan tersangka terhadap Fuad Hasan Masyhur. |
Fuad Hasan Masyhur, yang dikenal sebagai pemimpin bisnis Maktour, telah lama menjadi figur penting dalam sektor travel haji. KPK menegaskan bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum, termasuk tokoh bisnis berpengaruh.
Reaksi publik dan kalangan politik pun beragam. Beberapa pihak menuntut transparansi penuh, sementara yang lain menyoroti perlunya reformasi sistem alokasi kuota haji agar terhindar dari praktik korupsi di masa mendatang.
KPK berkomitmen menyelesaikan penyelidikan dengan cepat dan menyampaikan hasil temuan dalam sidang publik, guna menegakkan akuntabilitas dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap proses alokasi kuota haji.