Setapak Langkah – 30 Mei 2026 | Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan bahwa devisa yang dihasilkan oleh sektor pariwisata pada tahun 2025 diperkirakan akan menyumbang 55 persen dari total pendapatan devisa provinsi. Angka ini menandai peningkatan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, seiring dengan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi internasional.
| Sektor | Proyeksi Devisa 2025 (USD Miliar) |
|---|---|
| Pariwisata | 5,5 |
| Non‑pariwisata | 4,5 |
Beberapa faktor utama yang mendorong peningkatan kontribusi pariwisata antara lain:
- Peningkatan kunjungan wisatawan internasional pasca‑pandemi.
- Peluncuran kampanye pemasaran digital yang menargetkan pasar Asia‑Timur dan Eropa.
- Peningkatan kapasitas akomodasi dan pengembangan destinasi baru di luar kawasan pantai tradisional.
- Dukungan kebijakan insentif bagi investor di bidang hospitality dan layanan terkait.
Gubernur Koster menekankan pentingnya diversifikasi produk wisata, termasuk ekowisata, budaya, dan kuliner, untuk menarik segmen pasar yang lebih luas serta meningkatkan lama tinggal wisatawan. Ia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan devisa harus diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan dan kebudayaan lokal.
Dengan target kontribusi 55 persen, pemerintah Bali berharap dapat memperkuat posisi provinsi sebagai mesin pendorong ekonomi nasional sekaligus memastikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.