Setapak Langkah – 27 Mei 2026 | Korea Selatan pada Selasa (26 Mei 2023) mengumumkan rencana dasar untuk mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir pertama yang dijadwalkan siap operasi pada tahun 2030. Pengumuman ini menandai langkah strategis baru dalam kebijakan pertahanan maritim negara tersebut.
Rencana tersebut mencakup tiga fase utama: perancangan konseptual (2023‑2025), pembangunan prototipe dan uji coba laut (2026‑2028), serta produksi seri pertama yang akan masuk layanan pada 2030. Pemerintah menargetkan anggaran sekitar 10 miliar dolar AS untuk seluruh program, yang akan dibiayai melalui kombinasi anggaran pertahanan dan kerjasama industri dalam negeri.
- Tujuan utama: meningkatkan daya jelajah dan kemampuan bertahan lama kapal selam di wilayah Laut Jepang dan Laut China Selatan.
- Manfaat strategis: memberikan keunggulan taktis melawan ancaman potensial dari Korea Utara dan memperkuat posisi tawar Korea Selatan dalam aliansi keamanan regional.
- Teknologi kunci: reaktor nuklir kompak yang dapat beroperasi selama bertahun‑tahun tanpa mengisi ulang bahan bakar, sistem siluman canggih, serta senjata torpedo dan rudal jelajah.
Jika dibandingkan dengan negara-negara yang sudah mengoperasikan kapal selam nuklir, seperti Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Prancis, India, dan Brasil, Korea Selatan menjadi negara Asia Timur ke‑9 yang menambah daftar tersebut. Keputusan ini muncul bersamaan dengan peningkatan ketegangan di Selat Korea dan persaingan teknologi maritim di kawasan Indo‑Pasifik.
Pemerintah menegaskan bahwa program ini akan tetap berada di bawah pengawasan sipil yang ketat dan tidak akan mengubah kebijakan non‑proliferasi nuklir Korea Selatan. Namun, para analis menilai bahwa keberadaan kapal selam nuklir dapat memicu perlombaan senjata bawah laut di wilayah tersebut.
Di sisi lain, industri pertahanan domestik, terutama perusahaan seperti Hyundai Heavy Industries dan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, diperkirakan akan memperoleh kontrak besar yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi teknologi di sektor maritim.
Implementasi kapal selam bertenaga nuklir diproyeksikan akan memerlukan pelatihan intensif bagi awak kapal serta pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk pelabuhan khusus dan fasilitas perawatan reaktor. Pemerintah berjanji akan berkoordinasi dengan sekutu utama, terutama Amerika Serikat, dalam hal transfer teknologi dan latihan bersama.