Setapak Langkah – 15 April 2026 | Kongres Pemasyarakatan Dunia (World Prison Congress/WCPP) ke-7 berlangsung di Bali, menyoroti isu masa percobaan dan pembebasan bersyarat. Acara yang dihadiri oleh pakar pemasyarakatan, pejabat pemerintah, serta perwakilan lembaga pemasyarakatan dari lebih dua puluh negara ini menghasilkan serangkaian rekomendasi strategis untuk memperkuat pembinaan warga binaan.
Beberapa poin utama yang disepakati meliputi:
- Penerapan penilaian risiko yang berbasis bukti untuk menentukan kelayakan masa percobaan dan pembebasan bersyarat.
- Penyediaan program pelatihan keterampilan dan pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan pasar kerja setempat.
- Pembentukan jaringan pendampingan pasca-pembebasan yang melibatkan lembaga sosial, komunitas lokal, serta sektor swasta.
- Penguatan mekanisme pemantauan melalui teknologi digital yang menghormati hak asasi manusia.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lembaga pemasyarakatan melalui pelatihan reguler dan pertukaran pengalaman internasional.
Para delegasi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengurangi tingkat residivisme. Mereka menyarankan agar kebijakan pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, melainkan juga pada pemulihan sosial dan ekonomi warga binaan.
Di Indonesia, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berkomitmen mengadopsi rekomendasi tersebut dalam revisi peraturan perundang-undangan terkait pembebasan bersyarat. Diharapkan langkah ini akan meningkatkan efektivitas program rehabilitasi, sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap keamanan publik.