Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, menekankan pentingnya melibatkan masyarakat setempat dalam upaya menciptakan pariwisata yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata dengan pelestarian lingkungan serta kesejahteraan penduduk lokal.
Alasan Pentingnya Keterlibatan Warga
- Menjaga kelestarian budaya dan tradisi daerah.
- Memberikan peluang pendapatan langsung bagi komunitas melalui usaha kreatif.
- Meningkatkan rasa memiliki sehingga mengurangi konflik antara wisatawan dan penduduk.
Strategi yang Ditetapkan Komisi VII
- Penguatan kapasitas melalui pelatihan keterampilan bagi penduduk lokal, termasuk pemandu wisata, pengelolaan homestay, dan produksi kerajinan.
- Penyusunan regulasi yang memberi insentif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berorientasi pada ekowisata.
- Kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta untuk membangun infrastruktur ramah lingkungan.
- Monitoring dan evaluasi berkelanjutan menggunakan indikator lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Contoh Implementasi di Lapangan
Beberapa daerah seperti Desa Wae Rebo di Nusa Tenggara Timur dan Kawasan Wisata Pantai Karang Bolong di Jawa Barat telah menjadi pilot project. Di sana, penduduk dilibatkan dalam pengelolaan homestay, pembuatan paket wisata berbasis budaya, serta pengawasan terhadap dampak lingkungan.
Hasil awal menunjukkan peningkatan pendapatan rata‑rata keluarga sebesar 25 % dalam dua tahun pertama, sekaligus penurunan sampah plastik di area wisata sebesar 40 %.
Chusnunia menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak untuk berperan aktif, baik melalui dukungan kebijakan, investasi berkelanjutan, maupun partisipasi langsung masyarakat, demi mewujudkan destinasi pariwisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga lestari bagi generasi mendatang.