Setapak Langkah – 03 Agustus 2026 | Jawa Pos melaporkan bahwa Komando Daerah Militer (Kodam) Cenderawasih secara tegas menyatakan bahwa kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan pelaku penembakan terhadap empat pekerja proyek pembangunan di Kabupaten Tolikara, Papua. Insiden tersebut menewaskan atau melukai para pekerja yang tengah mengerjakan proyek infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Setelah penetapan tersebut, aparat TNI dan kepolisian meningkatkan operasi keamanan di daerah Papua Pegunungan. Beberapa langkah yang diambil antara lain:
- Penambahan pos keamanan di sekitar lokasi proyek.
- Patroli intensif oleh satuan khusus TNI-Polri.
- Penggunaan drone untuk pemantauan wilayah yang sulit dijangkau.
- Penghimpunan intelijen lokal untuk melacak jaringan OPM yang terlibat.
Operasi penangkapan pelaku masih berlangsung, dengan fokus pada identifikasi dan penangkapan anggota OPM yang terlibat langsung dalam penembakan. Pihak militer menegaskan bahwa keamanan proyek infrastruktur akan menjadi prioritas utama guna memastikan kelancaran pembangunan dan melindungi tenaga kerja.
Insiden ini menambah ketegangan di Papua, di mana konflik antara kelompok separatis dan aparat keamanan telah berlangsung lama. Pemerintah pusat telah menekankan pentingnya penyelesaian damai, namun menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak akan ditoleransi.
Para pekerja proyek, yang mayoritas berasal dari luar Papua, kini menunggu kepastian keamanan sebelum dapat melanjutkan pekerjaan mereka. Pemerintah daerah berjanji akan menyediakan akomodasi aman serta fasilitas pendukung lainnya untuk memastikan kesejahteraan tenaga kerja.