Setapak Langkah – 26 Juni 2026 | Jumat, 19 Juni 2026, umat Islam di Indonesia kembali menyimak khotbah Jumat yang kali ini mengangkat tema khusus tentang Hari Asyura. Khotbah tersebut disampaikan oleh imam setempat dengan menekankan pentingnya memahami makna historis dan spiritual di balik tanggal 10 Muharram ini.
Hari Asyura merupakan salah satu hari paling mulia dalam bulan Muharram. Beberapa peristiwa agung tercatat pada hari ini, antara lain:
- Nuzulul Al-Qur’an: diyakini sebagai hari turunnya sebagian ayat-ayat Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril.
- Kisah Nabi Nuh: Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk memulai puasa pada hari Asyura sebagai bentuk rasa syukur setelah selamat dari bahaya banjir.
- Peringatan Kesabaran Nabi Musa: pada Asyura Allah mengutus malaikat untuk menguji kesabaran Nabi Musa di tengah pengungsian Bani Israel.
- Peristiwa Karbala (bagi umat Syiah): mengenang pengorbanan Imam Husain bin Ali beserta pengikutnya dalam pertempuran melawan Yazid I pada tahun 680 M.
Dalam tradisi Sunni, puasa pada hari Asyura dianjurkan sebagai sunnah muakkadah. Rasulullah SAW sendiri pernah berpuasa pada hari tersebut, dan menganjurkan umatnya untuk melakukannya sebagai bentuk penebusan dosa dan peningkatan ketakwaan.
Khotbah Jumat kali ini menekankan nilai-nilai moral yang dapat diambil dari peristiwa-peristiwa tersebut, seperti kesabaran, keikhlasan, serta pentingnya bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Imam juga mengajak jamaah untuk memanfaatkan momentum Asyura dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, dan melakukan amal sosial di lingkungan sekitar.
Di banyak masjid, kegiatan khusus biasanya meliputi ceramah tambahan, tadarus Al-Qur’an, serta pembagian makanan kepada fakir miskin. Hal ini mencerminkan semangat solidaritas yang diharapkan dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.