Setapak Langkah – 13 April 2026 | Albertus Wahyurudhanto, seorang akademisi yang mengkhususkan diri dalam kajian keamanan, menilai bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah melakukan persiapan yang sangat matang menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Menurutnya, upaya tersebut mencakup pengalokasian sumber daya manusia, material, serta teknologi informasi secara optimal.
Beberapa langkah utama yang diidentifikasi meliputi:
- Pemetaan wilayah prioritas dengan menggunakan data geospasial terkini.
- Peningkatan kapasitas satuan tugas melalui pelatihan intensif dan simulasi skenario.
- Koordinasi lintas‑instansi, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Keamanan Nasional (BKN), untuk memastikan respons yang terintegrasi.
- Pengadaan peralatan komunikasi berbasis satelit guna menjamin jaringan yang tahan gangguan.
Akademisi tersebut menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan aparat keamanan. Ia menyarankan agar hasil evaluasi akademik dijadikan acuan dalam penyusunan prosedur operasional standar (SOP) serta dalam proses audit pasca‑operasi.
Selain aspek teknis, Albertus juga menyoroti perlunya alokasi anggaran yang transparan. Ia mengusulkan pembuatan laporan keuangan berkala yang dapat diakses publik, sebagai bentuk akuntabilitas dalam penggunaan sumber daya negara.
Dengan persiapan yang dianggap komprehensif ini, diharapkan Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan lancar, meningkatkan keamanan publik, serta menurunkan tingkat kejahatan di wilayah‑wilayah yang menjadi fokus operasi.