Setapak Langkah – 06 Juli 2026 | Dalam pertemuan yang digelar pada akhir pekan lalu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI mencapai kesepakatan penting terkait perbaikan program MagangHub yang dijadwalkan akan beroperasi penuh pada tahun 2026. Kesepakatan ini menitikberatkan pada perluasan wilayah penyelenggaraan serta penambahan sektor industri yang dapat menerima peserta magang, sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih merata oleh generasi muda di seluruh Indonesia.
Beberapa poin utama yang disepakati antara lain:
- Pemetaan lokasi baru mencakup 15 provinsi tambahan, termasuk daerah tertinggal di wilayah Indonesia Timur.
- Diversifikasi sektor industri meliputi manufaktur, agribisnis, teknologi informasi, pariwisata, energi terbarukan, dan layanan kesehatan.
- Penetapan standar sertifikasi kompetensi sebagai prasyarat kelulusan magang, dengan dukungan lembaga sertifikasi nasional.
- Pembentukan tim monitoring gabungan Kemnaker‑Komisi IX untuk mengevaluasi pelaksanaan program setiap semester.
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut adalah contoh alokasi sektor dan target peserta magang per wilayah:
| Wilayah | Sektor Prioritas | Target Peserta (tahun) |
|---|---|---|
| Sumatera Utara | Manufaktur & Agribisnis | 1.200 |
| Kalimantan Barat | Energi Terbarukan | 800 |
| Sulawesi Selatan | Pariwisata & Layanan Kesehatan | 1.000 |
| Papua | Agribisnis & Teknologi Informasi | 600 |
Fokus utama pada sertifikasi kompetensi diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja muda, memudahkan pencocokan antara kebutuhan industri dan keterampilan yang dimiliki peserta. Selain itu, sertifikasi yang diakui secara nasional akan memperkuat posisi lulusan MagangHub di pasar kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Pemerintah menargetkan agar pada tahun 2026 program ini dapat menampung lebih dari 10.000 peserta magang setiap tahunnya, dengan dukungan dana alokasi khusus dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Diharapkan pula, kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan lembaga pendidikan akan menghasilkan ekosistem pembelajaran yang lebih responsif terhadap dinamika pasar kerja.