Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) baru‑baru ini merilis data terbaru mengenai kecepatan internet broadband di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada kuartal pertama 2024, rata‑rata kecepatan unduh nasional mencapai 45,5 megabit per detik (Mbps), menandakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Data tersebut diambil dari pengukuran yang melibatkan lebih dari 10.000 titik akses broadband, termasuk jaringan serat optik, kabel tembaga, dan teknologi nirkabel. Pemerintah menargetkan peningkatan infrastruktur digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital, pendidikan daring, dan layanan publik berbasis internet.
| Wilayah | Kecepatan Rata‑Rata (Mbps) |
|---|---|
| Jakarta | 80,2 |
| Surabaya | 62,5 |
| Bandung | 55,3 |
| Medan | 38,7 |
| Makassar | 34,1 |
| Papua | 22,8 |
Beberapa poin penting yang disorot dalam laporan Kemkomdigi antara lain:
- Investasi infrastruktur broadband meningkat 18 % tahun lalu, dengan fokus pada perluasan jaringan serat optik di kota‑kota besar.
- Program “Desa Broadband” berhasil menambah akses broadband di lebih dari 1.200 desa, meski kecepatan di daerah terpencil masih di bawah 30 Mbps.
- Pengguna layanan internet rumah (home broadband) kini mencapai 68 % dari total pengguna internet di Indonesia.
- Regulasi baru tentang kualitas layanan (QoS) akan mulai diterapkan pada akhir 2024 untuk menjamin standar minimum kecepatan bagi penyedia layanan.
Dengan kecepatan rata‑rata yang terus membaik, para analis memperkirakan bahwa ekonomi digital Indonesia dapat tumbuh lebih cepat, menciptakan peluang kerja baru, serta meningkatkan produktivitas bisnis di era pasca‑pandemi.