Setapak Langkah – 05 Juni 2026 | Kementerian Pertahanan (Kemhan) baru-baru ini menampilkan demonstrasi kemampuan personel tiga matra Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengoperasikan drone tempur. Acara yang dilaksanakan di markas besar Kemhan ini menyoroti peningkatan kompetensi militer dalam bidang teknologi udara tak berawak.
Demonstrasi meliputi simulasi serangan, pengawasan intelijen, serta koordinasi lintas matra antara Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Setiap matra menampilkan tim khusus yang telah menyelesaikan program pelatihan intensif selama enam bulan, meliputi teori sistem drone, taktik penggunaan senjata, dan prosedur keamanan siber.
Berikut adalah jumlah personel yang berhasil menyelesaikan pelatihan di masing‑masing matra:
| Matra | Jumlah Personel Terlatih |
|---|---|
| TNI AD | 120 |
| TNI AL | 85 |
| TNI AU | 95 |
Beberapa kemampuan utama yang dikuasai oleh personel tersebut antara lain:
- Pengendalian drone tempur secara real‑time melalui stasiun kontrol darat maupun mobile.
- Integrasi data sensor drone dengan sistem intelijen militer untuk pemetaan wilayah konflik.
- Pelaksanaan serangan presisi menggunakan munisi pintar pada target bergerak.
- Manajemen jaringan komunikasi aman untuk mencegah gangguan siber.
Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia, khususnya dalam menghadapi ancaman asimetris dan memperluas jangkauan pengawasan wilayah perbatasan. Kemhan menegaskan komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas personel melalui kerja sama dengan lembaga riset, industri dalam negeri, dan sekutu internasional.