Setapak Langkah – 24 Agustus 2026 | Dalam upaya menanggulangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di beberapa wilayah Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengerahkan total 314 tenaga medis serta ratusan ribu unit logistik kesehatan ke provinsi-provinsi yang paling terdampak.
Penugasan ini mencakup dokter umum, perawat, tenaga kesehatan lapangan, serta tim logistik yang membawa perlengkapan medis kritis seperti obat-obatan, peralatan steril, dan bahan makanan bergizi untuk korban.
Provinsi Penerima Bantuan
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- DI Yogyakarta
- Sumatera Barat
- Riau
Tim medis akan beroperasi di posko-posko darurat yang telah dibangun di masing‑masing provinsi. Mereka bertugas melakukan triase, memberikan perawatan pertama, serta mendistribusikan obat-obatan ke fasilitas kesehatan yang terdampak.
Komponen Logistik yang Dikirim
| Jenis Logistik | Jumlah |
|---|---|
| Obat-obatan esensial | 150.000 dosis |
| Peralatan sterilisasi | 2.500 set |
| Pakan tambahan untuk pasien | 300.000 porsi |
| Alat bantu pernapasan | 1.200 unit |
Pengiriman logistik ini dipercepat melalui jalur darat, laut, dan udara untuk memastikan bantuan tiba tepat waktu.
Tujuan Utama Penanganan
- Mengurangi angka kematian dan komplikasi akibat paparan asap serta cedera kebakaran.
- Meningkatkan kapasitas layanan kesehatan di daerah terdampak.
- Menyediakan dukungan gizi bagi korban yang kehilangan akses makanan.
- Menjaga kestabilan sistem kesehatan agar tidak terganggu lebih lanjut.
Kemenkes menegaskan komitmen berkelanjutan dalam penanganan bencana karhutla, termasuk koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lembaga terkait lainnya. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai efektivitas bantuan dan menyesuaikan strategi bila diperlukan.