Setapak Langkah – 02 Agustus 2026 | Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat proses cetak sawah di wilayah Papua Barat dengan mengimplementasikan skema swakelola tipe II. Langkah ini diambil untuk menuntaskan sisa program pembangunan lahan pertanian yang masih tertunda, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di daerah paling timur negara.
Skema swakelola tipe II memungkinkan kementerian untuk mengalihkan sebagian tanggung jawab pelaksanaan kepada pihak ketiga, seperti perusahaan konstruksi atau konsorsium swasta, namun tetap mempertahankan kontrol teknis dan administratif. Dengan model ini, proses perizinan, pengadaan material, hingga pelaksanaan fisik dapat dipercepat karena prosedur yang lebih fleksibel.
Berikut poin penting dari skema yang diterapkan:
- Target Luas Lahan: Kementan menargetkan penyelesaian sekitar 30.000 hektar lahan sawah yang belum selesai sejak tahun sebelumnya.
- Anggaran: Alokasi dana khusus sebesar Rp 1,2 triliun dialokasikan untuk fase akhir proyek, dengan sebagian besar dana dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur irigasi dan pengadaan bibit unggul.
- Pelibatan Swakelola: Kontrak swakelola tipe II diberikan kepada perusahaan yang memiliki pengalaman dalam pembangunan infrastruktur pertanian, dengan mekanisme evaluasi kinerja berbasis hasil akhir.
- Manfaat bagi Petani: Penyelesaian cetak sawah diharapkan memberikan lahan siap tanam bagi ribuan petani lokal, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi ketergantungan pada impor pangan.
- Pengawasan: Kementan membentuk tim pengawasan gabungan yang terdiri dari pejabat kementerian, perwakilan pemerintah daerah, dan ahli pertanian untuk memastikan kualitas dan kepatuhan kontraktor.
Selain mempercepat penyelesaian, skema ini juga diharapkan dapat mengurangi biaya keseluruhan proyek karena efisiensi proses dan kompetisi antar pelaku swakelola. Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait logistik di wilayah yang sulit dijangkau dan kebutuhan akan tenaga kerja terampil.
Pejabat Kementan menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendukung pembangunan pertanian di Papua Barat, dengan harapan proyek cetak sawah ini dapat menjadi contoh sukses bagi program serupa di daerah lain.