histats

Kemenhut Targetkan 13 Taman Nasional Jadi Kawasan Konservasi Kelas Dunia, TNBTS Jatim Piloting

Kemenhut Targetkan 13 Taman Nasional Jadi Kawasan Konservasi Kelas Dunia, TNBTS Jatim Piloting

Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan komitmen untuk mengangkat 13 taman nasional di Indonesia menjadi kawasan konservasi kelas dunia. Program ambisius ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati, meningkatkan daya tarik ekowisata, serta mendukung agenda mitigasi perubahan iklim.

Sebagai langkah awal, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur dipilih menjadi lokasi pilot. Penetapan TNBTS sebagai contoh pertama mencerminkan strategi bertahap: menguji model pengelolaan, infrastruktur, serta partisipasi masyarakat sebelum diterapkan ke taman nasional lainnya.

Beberapa poin utama dalam program tersebut meliputi:

  • Penguatan regulasi: revisi kebijakan pengelolaan taman nasional untuk menyesuaikan standar internasional.
  • Peningkatan kapasitas SDM: pelatihan petugas lapangan, ilmuwan, dan stakeholder lokal dalam praktik konservasi modern.
  • Pengembangan infrastruktur ramah lingkungan: pembangunan fasilitas wisata berkelanjutan, pusat riset, dan jaringan pemantauan satwa.
  • Kolaborasi multi‑pemangku kepentingan: melibatkan komunitas adat, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, dan akademisi.
  • Pendanaan berkelanjutan: skema pembiayaan inovatif seperti ekosistem jasa pembayaran (PES) dan kemitraan publik‑swasta.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam, Budi Santoso, menyatakan bahwa target 13 taman nasional akan dipilih berdasarkan kriteria keanekaragaman hayati, potensi ekowisata, serta urgensi konservasi. “TNBTS menjadi laboratorium hidup bagi pendekatan terintegrasi, mulai dari pemantauan satwa liar hingga pemberdayaan ekonomi lokal melalui ekowisata berbasis komunitas,” ujarnya.

Implementasi pilot di TNBTS dijadwalkan berlangsung selama tiga tahun, dengan evaluasi tahunan untuk menilai pencapaian indikator seperti peningkatan populasi spesies terancam, penurunan kebakaran hutan, serta pertumbuhan kunjungan wisatawan yang bertanggung jawab.

Jika berhasil, model ini akan direplikasi ke taman nasional lain, termasuk Taman Nasional Lorentz (Papua), Taman Nasional Komodo (Nusa Tenggara), dan Taman Nasional Kerinci Seblat (Sumatra). Pemerintah berharap inisiatif ini tidak hanya melestarikan warisan alam, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan 15 tentang kehidupan di darat.

Secara keseluruhan, program ini menandai perubahan paradigma dalam pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia, mengintegrasikan aspek ekologis, ekonomi, dan sosial untuk menghasilkan dampak jangka panjang yang berkelanjutan.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *