Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) meluncurkan program besar untuk meningkatkan pemahaman hak asasi manusia (HAM) di kalangan masyarakat luas. Program ini menargetkan puluhan ribu warga di seluruh Indonesia dengan tujuan memperkuat kesadaran dan pengetahuan tentang hak dasar setiap individu.
Program pendidikan dan penyuluhan tersebut mencakup beberapa komponen utama, antara lain:
- Serangkaian lokakarya tatap muka yang diadakan di kantor kecamatan, balai desa, dan ruang publik lainnya.
- Pelatihan daring melalui platform e-learning yang dapat diakses secara gratis.
- Penyebaran modul cetak yang berisi penjelasan praktis tentang hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Target wilayah meliputi provinsi dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi serta daerah-daerah yang sebelumnya kurang terjangkau oleh program serupa. Secara khusus, KemenHAM menyebutkan rencana pelaksanaan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.
Anggaran yang dialokasikan untuk inisiatif ini mencapai sekitar Rp 150 miliar, yang akan digunakan untuk produksi materi, honor narasumber, serta logistik pelaksanaan di lapangan. Kementerian menargetkan pelaksanaan fase pertama selama tiga bulan, dengan estimasi menjangkau lebih dari 30.000 peserta.
Selain meningkatkan pengetahuan, KemenHAM berharap program ini dapat menurunkan angka pelanggaran hak asasi manusia di tingkat lokal melalui:
- Peningkatan kemampuan warga dalam mengidentifikasi dan melaporkan pelanggaran.
- Pembentukan jaringan relawan HAM di masing-masing wilayah.
- Pemberdayaan lembaga masyarakat sipil untuk menjadi mitra edukatif.
Para pejabat KemenHAM menegaskan bahwa pendidikan HAM bukan sekadar agenda sementara, melainkan bagian integral dari upaya menciptakan budaya hak yang berkelanjutan. Diharapkan, dengan partisipasi aktif masyarakat, program ini akan menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif dalam menegakkan dan melindungi hak asasi setiap orang.