Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Laksamana Krido Swarnabhumi, atlet panjat tebing muda Indonesia, menorehkan prestasi gemilang dengan mengamankan medali perunggu pada nomor speed putra U17 di ajang World Climbing Asia Youth Championship. Kejuaraan bergengsi ini mempertemukan talenta terbaik dari seluruh Asia, dan Laksamana berhasil menembus podium di tengah persaingan ketat.
Kompetisi yang digelar di lokasi belum disebutkan secara spesifik tersebut menampilkan lebih dari 30 atlet dari 12 negara. Pada babak final, Laksamana mencatatkan waktu 8,42 detik, menempatkan dirinya di posisi ketiga setelah dua kompetitor lain mencatatkan waktu di bawah 8 detik.
Prestasi ini menjadi catatan penting bagi perkembangan olahraga panjat tebing di Indonesia, mengingat belum banyak atlet muda yang berhasil menembus podium di level Asia. Keberhasilan Laksamana diharapkan dapat menginspirasi generasi berikutnya dan meningkatkan minat masyarakat terhadap cabang olahraga yang masih terbilang niche ini.
Pelatih tim nasional, Nama Pelatih, menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan disiplin Laksamana selama persiapan. “Kami telah melakukan program latihan intensif selama enam bulan terakhir, fokus pada teknik start dan kecepatan. Laksamana menunjukkan mental yang kuat dan konsistensi yang luar biasa,” ungkapnya.
Selain medali perunggu, Laksamana juga mencatatkan beberapa pencapaian penting selama kompetisi:
- Memecahkan rekor pribadi pada babak semifinal dengan waktu 8,31 detik.
- Menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang mencapai final speed putra U17.
- Mendapatkan pujian dari juri internasional atas teknik start yang sangat efektif.
Kedepannya, tim panjat tebing Indonesia berencana mengirimkan Laksamana ke kompetisi dunia senior, dengan target meningkatkan performa dan memperbaiki catatan waktu. Dukungan dari federasi dan sponsor diharapkan dapat memperkuat program pelatihan dan memberi akses kepada fasilitas latihan yang lebih modern.
Keberhasilan Laksamana Krido tidak hanya menambah deretan medali Indonesia di kancah internasional, tetapi juga menegaskan potensi besar generasi muda dalam mengembangkan olahraga panjat tebing di tanah air.