Setapak Langkah – 04 Juni 2026 | Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melalui Wakil Menteri Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyatakan kesiapan pemerintah untuk memfasilitasi kolaborasi lintas sektor dalam rangka mengembangkan hak kekayaan intelektual (IP) animasi bertema parenting.
Program ini ditujukan memperkuat ekosistem konten edukatif bagi keluarga, meningkatkan kompetensi pembuat konten lokal, serta membuka peluang pasar domestik dan ekspor. Menurut Irene Umar, animasi parenting memiliki potensi besar untuk menumbuhkan budaya literasi dan nilai-nilai keluarga di era digital.
Kemenekraf akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan matchmaking antara studio animasi, penulis, pakar pendidikan anak, serta lembaga keuangan dan investor. Dukungan pemerintah mencakup pendanaan awal, pelatihan teknis, akses ke platform distribusi digital, serta bantuan dalam proses registrasi hak cipta.
- Identifikasi kebutuhan konten parenting: Survei pasar dan analisis tren pendidikan keluarga.
- Seleksi mitra strategis: Pemilihan studio, kreator, dan institusi edukasi yang memiliki kompetensi relevan.
- Workshop pengembangan IP: Pelatihan intensif tentang storytelling, desain karakter, dan manajemen hak kekayaan intelektual.
- Produksi pilot: Pembuatan episode percobaan untuk menguji respon penonton.
- Evaluasi dan scaling: Analisis kinerja pilot, perbaikan, dan produksi massal untuk distribusi nasional maupun internasional.
Target jangka menengah program adalah menghasilkan minimal lima IP animasi parenting dalam dua tahun ke depan, dengan proyeksi peningkatan pendapatan industri kreatif nasional sebesar 15 persen. Diharapkan pula tercipta lapangan kerja baru bagi animator, penulis skenario, dan tenaga ahli pendidikan.
Dengan kolaborasi ini, Kemenekraf berharap dapat menjawab kebutuhan edukasi keluarga sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen konten animasi berkualitas di kawasan Asia.