Setapak Langkah – 17 Agustus 2026 | Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) telah menyalurkan 50 unit tenda darurat ke sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi terbaru. Tenda-tenda tersebut akan dijadikan ruang belajar sementara hingga bangunan kelas dapat diperbaiki atau dibangun kembali.
Gempa yang terjadi pada tanggal … merusak infrastruktur pendidikan di beberapa daerah, mengakibatkan ribuan siswa harus belajar di luar ruangan atau rumah pribadi. Pemerintah melalui Kemendikdasmen menanggapi dengan cepat untuk meminimalisir gangguan proses belajar mengajar.
Berikut rincian penyaluran tenda darurat:
- Jumlah tenda: 50 unit
- Target: Sekolah dasar dan menengah yang paling terdampak
- Lokasi penyerahan: Dinas Pendidikan setempat di provinsi X, Y, dan Z
- Waktu penyerahan: Mulai 15 September 2024
Setiap tenda dilengkapi dengan perlengkapan dasar seperti papan tulis, kursi lipat, dan lampu darurat, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung meski dalam kondisi terbatas.
Pejabat Kemendikdasmen, Dr. Budi Santoso, menyatakan bahwa bantuan ini bersifat sementara dan akan diikuti dengan program rehabilitasi bangunan sekolah secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga donor, dan masyarakat untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan.
Selain tenda, kementerian juga menyiapkan paket bantuan lain, termasuk buku pelajaran, alat tulis, dan materi digital, guna memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga selama masa pemulihan.
Diharapkan dengan adanya tenda darurat, proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan mengurangi dampak psikologis bagi siswa yang terpaksa belajar di luar ruangan.