Setapak Langkah – 18 April 2026 | Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya penerapan pendekatan promotif sebagai upaya utama dalam mencegah tindak kekerasan di lingkungan sekolah. Pendekatan ini menitikberatkan pada pencegahan melalui pembinaan nilai, peningkatan kompetensi sosial, serta penciptaan iklim belajar yang aman dan kondusif.
Berbagai langkah strategis telah dirancang, antara lain:
- Pendidikan karakter: Integrasi nilai-nilai karakter ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler untuk menumbuhkan empati, toleransi, dan rasa hormat di antara siswa.
- Pelatihan guru: Workshop dan modul khusus bagi pendidik guna mengidentifikasi tanda-tanda perilaku agresif serta menerapkan teknik resolusi konflik secara non‑kekerasan.
- Keterlibatan orang tua: Program sosialisasi dan dialog rutin antara sekolah dan keluarga untuk memperkuat peran pengawasan serta dukungan moral di rumah.
- Penguatan kebijakan internal: Penyusunan pedoman disiplin yang jelas, adil, dan konsisten, serta mekanisme pelaporan anonim bagi korban atau saksi kekerasan.
Untuk memantau efektivitas, Kemendikdasmen akan mengumpulkan data melalui survei iklim sekolah dan laporan bulanan dari masing‑masing satuan pendidikan. Data tersebut akan dianalisis untuk menyesuaikan program, memastikan respons yang cepat terhadap potensi risiko.
Dengan mengedepankan pendekatan promotif, diharapkan tercipta generasi siswa yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan sosial yang baik, mengurangi insiden bullying, kekerasan fisik, maupun verbal di lingkungan belajar.