Setapak Langkah – 08 Juni 2026 | Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa profesional sipil dapat mengisi jabatan tertentu di lingkungan Polri, asalkan memenuhi persyaratan kompetensi dan integritas.
Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara internal yang membahas reformasi struktural kepolisian, di mana Listyo menekankan pentingnya sinergi antara unsur militer dan sipil untuk meningkatkan efektivitas institusi.
- Jabatan struktural non‑operasional seperti manajer sumber daya manusia, ahli teknologi informasi, dan analis kebijakan.
- Posisi penasihat senior pada unit intelijen dan kehumasan.
Dia menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan memperkuat profesionalisme serta mendukung modernisasi Polri. Proses seleksi akan bersifat transparan, meliputi tes kompetensi, evaluasi psikologis, dan verifikasi latar belakang.
Pengumuman ini mendapat sambutan positif dari kalangan akademisi dan organisasi masyarakat sipil yang melihat peluang peningkatan kualitas layanan publik. Namun, sebagian elemen internal Polri mengingatkan pentingnya menjaga hierarki dan budaya disiplin yang telah lama menjadi ciri khas kepolisian.
Ke depannya, Polri berencana meluncurkan program rekrutmen terintegrasi yang membuka lowongan bagi calon sipil dengan keahlian khusus, termasuk bidang forensik, keamanan siber, dan manajemen risiko.