Setapak Langkah – 08 Juni 2026 | Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha, menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan yang harus dipertahankan, melainkan juga sumber peluang ekonomi kreatif yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa.
Dalam sebuah wawancara, Giring menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mengembangkan kreativitas berbasis kearifan lokal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi, lembaga kebudayaan, dan dunia industri untuk menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi.
Beberapa poin utama yang diutarakan antara lain:
- Pengintegrasian nilai-nilai budaya dalam kurikulum perguruan tinggi guna menumbuhkan kesadaran akan identitas budaya.
- Penyediaan fasilitas inkubator kreatif di kampus untuk membantu mahasiswa mengembangkan produk budaya menjadi usaha yang berkelanjutan.
- Dukungan pendanaan melalui hibah atau program pemerintah bagi proyek-proyek kreatif yang melibatkan mahasiswa.
- Pembentukan jaringan mentorship antara praktisi industri kreatif dengan mahasiswa untuk transfer pengetahuan dan keterampilan.
Giring juga mengingatkan bahwa peluang ini tidak terbatas pada seni pertunjukan atau kerajinan tradisional saja, melainkan meluas ke bidang teknologi, desain, kuliner, dan pariwisata. Misalnya, pengembangan aplikasi digital yang mempromosikan warisan budaya, atau penciptaan produk fashion berbasis motif tradisional yang dapat bersaing di pasar global.