Setapak Langkah – 19 April 2026 | Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan nasihat kepada Presiden Joko Widodo terkait polemik ijazah yang kembali mengemuka di media sosial dan forum publik. Kalla menegaskan bahwa peranannya sebagai senior politikus dan figur netral memaksa ia untuk menyampaikan pandangan yang bersifat membangun, bukan memihak.
Kalla juga menyoroti bahwa netralitasnya bukan berarti mengabaikan fakta, melainkan mengedepankan dialog terbuka dan penyelesaian berdasarkan data resmi. Ia menyarankan Presiden Jokowi untuk:
- Memberikan akses penuh kepada lembaga terkait guna meninjau dokumen akademik secara transparan.
- Menjaga komunikasi dengan publik tanpa menimbulkan spekulasi berlebihan.
- Memanfaatkan pengalaman senioritasnya untuk menegakkan standar etika dalam politik.
Reaksi publik beragam. Sebagian mendukung sikap Kalla yang dianggap bijaksana, sementara yang lain menilai nasihat tersebut terlalu hati-hati. Namun, para pengamat politik sepakat bahwa peran senior seperti Kalla dapat menjadi penyeimbang dalam dinamika politik yang kerap dipolitisasi.
Ke depannya, Kalla menekankan bahwa penyelesaian akhir haruslah berlandaskan pada bukti dan prosedur hukum, bukan pada tekanan politik. Ia berharap perdebatan ijazah tidak mengalihkan fokus pemerintah dari agenda pembangunan nasional.