Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Menjelang fase Armuzna, yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Marwan Dasopang menekankan bahwa pemerintah harus menyiapkan layanan konsumsi dan transportasi secara serius untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan para jamaah.
Dalam rapat komisi yang membahas persiapan haji, Dasopang menyoroti bahwa kepadatan jamaah pada periode Armuzna akan menimbulkan tekanan besar pada infrastruktur pendukung, terutama pada penyediaan makanan, minuman, serta mobilitas antar‑lokasi ibadah.
Berikut beberapa tantangan utama yang diidentifikasi:
- Layanan konsumsi: Menjamin ketersediaan makanan halal yang higienis dan cukup untuk jutaan jamaah, sekaligus mengontrol kualitas dan harga.
- Transportasi darat: Menyediakan armada bus dan taksi yang memadai, mengatur rute yang efisien, serta mengurangi kemacetan di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
- Transportasi udara: Mengoptimalkan jadwal penerbangan, penanganan bagasi, dan layanan darat di bandara utama.
- Keamanan dan kesehatan: Menjaga standar kebersihan makanan, menghindari penularan penyakit, serta memastikan adanya fasilitas medis yang cukup.
Untuk mengatasi masalah‑masalah tersebut, DPR mengusulkan beberapa langkah konkret:
- Penguatan koordinasi lintas kementerian, terutama Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Kesehatan.
- Peningkatan anggaran khusus untuk penyediaan armada transportasi publik yang berstandar internasional.
- Pengawasan ketat terhadap penyedia catering melalui sertifikasi halal, audit kebersihan, dan penetapan batas harga.
- Penerapan sistem monitoring real‑time berbasis teknologi informasi untuk melacak pergerakan jamaah dan ketersediaan layanan.
- Penyediaan fasilitas parkir dan area penampungan sementara di titik‑titik strategis guna mengurangi kepadatan.
Dengan pelaksanaan rekomendasi di atas, diharapkan layanan konsumsi dan transportasi pada fase Armuzna dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jamaah haji, serta memperkecil risiko gangguan operasional yang dapat mempengaruhi kelancaran ibadah.