Setapak Langkah – 14 Juni 2026 | Serangkaian jaksa penuntut umum dari beberapa negara bagian di Amerika Serikat telah memulai penyelidikan terhadap OpenAI terkait cara perusahaan tersebut mengelola data pengguna dalam layanan kecerdasan buatan generatifnya.
Investigasi ini diluncurkan setelah munculnya keluhan bahwa OpenAI mungkin menggunakan data pribadi pengguna tanpa persetujuan yang memadai, termasuk teks, gambar, dan riwayat interaksi yang dikumpulkan melalui produk seperti ChatGPT. Keluhan tersebut mencakup dugaan pelanggaran Undang‑Undang Privasi Data negara bagian serta potensi pelanggaran regulasi federal.
Berikut ini beberapa negara bagian yang terlibat dalam koalisi penyelidikan:
- California
- Illinois
- New York
- Massachusetts
- Virginia
Para jaksa menilai bahwa OpenAI belum memberikan transparansi yang cukup mengenai:
- Jenis data apa yang dikumpulkan selama interaksi pengguna.
- Bagaimana data tersebut disimpan, diproses, dan dibagikan ke pihak ketiga.
- Apakah ada mekanisme opt‑out yang jelas bagi pengguna yang tidak ingin data mereka dipakai untuk melatih model AI.
OpenAI menanggapi dengan menyatakan komitmen kuat terhadap privasi dan keamanan data. Perusahaan mengklaim bahwa data yang dikumpulkan diproses secara anonim dan tidak diidentifikasi secara pribadi, serta bahwa mereka mematuhi semua peraturan yang berlaku. Selain itu, OpenAI mengumumkan rencana untuk memperkuat kebijakan privasi, termasuk penambahan kontrol yang lebih mudah bagi pengguna untuk mengelola data mereka.
Penyelidikan ini dapat berimplikasi signifikan bagi industri AI secara global. Jika jaksa menemukan pelanggaran, OpenAI mungkin menghadapi denda besar, perintah penghentian praktik tertentu, atau kewajiban untuk mengubah arsitektur pengelolaan data. Hal ini juga dapat memicu regulasi lebih ketat di tingkat federal, yang selama ini masih dalam tahap perumusan.
Para pengamat industri menilai bahwa kasus ini menandai titik balik dalam debat tentang keseimbangan antara inovasi AI dan perlindungan hak privasi individu. Sementara AI semakin menjadi bagian penting dalam layanan publik dan bisnis, tuntutan untuk transparansi dan akuntabilitas data diperkirakan akan semakin kuat.
Untuk saat ini, penyelidikan masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan akhir. OpenAI terus bekerja sama dengan otoritas hukum sambil melanjutkan pengembangan model-model AI terbaru.