Setapak Langkah – 30 April 2026 | Dalam sebuah wawancara terbaru, istri Cak Imin menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mencetak generasi yang kompetitif dan berkarakter kuat. Menurutnya, perempuan tidak hanya menjadi pendamping dalam rumah tangga, melainkan juga agen perubahan yang dapat menularkan nilai-nilai penting kepada anak-anak sejak usia dini.
Ia menyoroti dua kelompok utama yang memiliki tanggung jawab strategis: perempuan sebagai ibu dan anggota keluarga, serta guru-guru Taman Kanak‑Kanak (TK) serta Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kedua peran tersebut saling melengkapi dalam membentuk fondasi karakter dan kompetensi anak.
- Ibu dan perempuan dalam keluarga: Menjadi contoh pertama dalam hal disiplin, etika kerja, dan kebiasaan membaca.
- Guru TK/PAUD: Menyampaikan nilai moral, mengajarkan keterampilan sosial, serta memperkenalkan literasi keuangan sejak dini.
Dalam konteks literasi keuangan, istri Cak Imin menekankan bahwa perempuan memiliki keunggulan dalam mengelola keuangan rumah tangga dan dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada generasi berikutnya. Dengan memahami konsep menabung, mengatur anggaran, dan membuat keputusan finansial yang bijak, anak‑anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi.
Selain itu, ia menambahkan bahwa guru TK/PAUD harus secara aktif mengintegrasikan nilai‑nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa empati ke dalam kurikulum harian. Metode pembelajaran yang interaktif, seperti permainan peran dan kegiatan kelompok, dapat menumbuhkan rasa kebersamaan serta kemampuan berkomunikasi yang efektif.
Upaya bersama antara perempuan di rumah dan pendidik di institusi formal diharapkan dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat. Dengan demikian, Indonesia dapat menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di era globalisasi.