Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Polda Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menjadi sorotan publik setelah dua orang Kepala Seksi Narkotika (Kasatnarkoba) terbukti terlibat dalam kasus narkotika. Kedua pejabat yang seharusnya menjadi ujung tombak pemberantasan narkoba kini menjadi subjek penyelidikan kriminal.
Polda Kaltim menyatakan bahwa proses pemeriksaan internal tetap berjalan meski kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang integritas aparat penegak hukum. Kepala Polda Kaltim menegaskan komitmen institusi untuk menindak tegas semua pelanggaran, termasuk di antara anggotanya sendiri, dan menambah intensitas pengawasan serta audit internal.
- Kasus menyoroti potensi konflik kepentingan di dalam satuan tugas narkotika.
- Penegakan hukum diharapkan tidak memihak, bahkan terhadap pejabat tinggi.
- Polda Kaltim berjanji meningkatkan transparansi proses pemeriksaan.
Reaksi masyarakat pun beragam. Sebagian mengkritik lemahnya pengawasan internal, sementara yang lain menilai langkah Polda Kaltim sebagai upaya menjaga kepercayaan publik. Pakar keamanan menilai bahwa kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi seluruh kepolisian di Indonesia untuk memperkuat mekanisme pengendalian internal.
Hingga kini, proses hukum masih berlangsung dan kedua Kasatnarkoba tersebut masih berada dalam tahanan sementara menunggu putusan pengadilan.