histats

Ini Mengapa Iran tak Jatuh Meski Puluhan Tokohnya Dibunuh AS-Israel Menurut Media Barat

Ini Mengapa Iran tak Jatuh Meski Puluhan Tokohnya Dibunuh AS-Israel Menurut Media Barat

Setapak Langkah – 22 Mei 2026 | Berbagai laporan media Barat menyebutkan bahwa sejak awal 2020-an, puluhan tokoh penting Iran—mulai dari ilmuwan nuklir, komandan militer, hingga pejabat senior—telah menjadi korban serangan pembunuhan yang diyakini dilakukan oleh Amerika Serikat atau Israel. Meskipun demikian, rezim Tehran tetap bertahan dan tidak menunjukkan tanda‑tanda runtuh.

Beberapa nama yang sering disebut antara lain ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh (2020), jenderal Qasem Soleimani (2020), diplomat senior Mohammad Reza Aref (2021), serta tokoh‑teknologi dan pengusaha yang terkait dengan program militer. Bahkan terdapat spekulasi bahwa serangan pada tanggal 28 Februari menargetkan pemimpin spiritual tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang kemudian tidak terjadi.

Berbagai faktor internal dan eksternal menjelaskan mengapa Iran masih mampu mempertahankan kestabilannya meski berada di bawah tekanan intensif.

  • Struktur institusional yang berlapis. Kekuasaan di Iran tidak terpusat pada satu individu saja. Selain Supreme Leader, terdapat Majelis Penjaga Revolusi, Dewan Pengawas, dan angkatan bersenjata yang masing‑masing memiliki otoritas yang kuat.
  • Legitimasi ideologis. Ideologi revolusi Islam dan narasi anti‑imperialisme masih menjadi sumber dukungan massa, terutama di kalangan penduduk yang merasakan ancaman eksternal.
  • Kendali atas aparat keamanan. Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) serta aparat intelijen memiliki jaringan luas yang mampu menindak cepat setiap upaya destabiliasi.
  • Sentimen nasionalis. Serangan asing sering memicu efek “kebersamaan melawan musuh bersama”, yang memperkuat dukungan terhadap pemerintah.
  • Ekonomi yang beradaptasi. Meskipun sanksi menekan, Iran mengembangkan ekonomi paralel, memperkuat perdagangan dengan sekutu regional, dan memanfaatkan sumber daya alam untuk menahan guncangan.
  • Jaringan proxy di luar negeri. Keterlibatan Iran dalam kelompok milisi di Lebanon, Irak, dan Yaman memberikan leverage politik dan militer yang memperkuat posisi tawarnya.

Akibat kombinasi faktor‑faktor di atas, hilangnya sejumlah tokoh tidak serta‑merta memicu kekosongan kekuasaan yang tak dapat diisi. Sebaliknya, setiap serangan justru sering dijadikan bahan propaganda untuk menegaskan kembali kebutuhan akan persatuan nasional dan ketahanan melawan intervensi asing.

Dengan demikian, meski berada di bawah bayang‑bayang pembunuhan terorganisir, Iran menunjukkan kemampuan bertahan yang cukup kuat, setidaknya dalam jangka menengah, sambil terus menyesuaikan strategi politik dan ekonominya untuk menghadapi tekanan internasional.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *