Setapak Langkah – 20 April 2026 | Presiden Kuba, Miguel Diaz‑Canel, menegaskan bahwa negaranya siap membela diri bila Amerika Serikat melakukan tindakan agresi ilegal. Sikap tegas tersebut didukung oleh tiga faktor utama yang memberi Kuba keberanian untuk menantang kebijakan Washington.
- Kemandirian militer dan strategi pertahanan. Kuba telah mengembangkan kemampuan pertahanan yang berorientasi pada asimetri, termasuk sistem pertahanan udara dan unit milisi yang dilatih untuk operasi gerilya. Pendekatan ini membuat potensi intervensi militer AS menjadi lebih mahal dan berisiko.
- Dukungan politik dan diplomatik dari sekutu tradisional. Hubungan historis dengan Rusia dan Venezuela memberikan Kuba akses ke peralatan militer, pelatihan, serta dukungan politik di forum internasional. Aliansi ini memperkuat posisi tawar Kuba dalam negosiasi dengan Washington.
- Keberanian ideologis yang tidak takut berperang. Diaz‑Canel menegaskan bahwa Kuba tidak akan mundur meski menghadapi ancaman perang. Sikap ini mencerminkan tekad nasionalis untuk melindungi kedaulatan dan menolak tekanan eksternal, sekaligus mengirim sinyal bahwa Kuba siap menanggung konsekuensi jika harus berperang.
Ketiga alasan tersebut menjelaskan mengapa Kuba tetap berani melawan kebijakan luar negeri AS meski berada di wilayah yang relatif kecil secara geografis. Keputusan untuk menjaga kemandirian pertahanan, memanfaatkan aliansi strategis, serta menegaskan keberanian ideologis menjadi fondasi utama dalam strategi Kuba menghadapi tekanan Amerika.