Setapak Langkah – 17 Mei 2026 | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, bersama Menteri Luar Negeri Belarus, Maxim Ryzhenkov, mengadakan pertemuan bilateral di Jakarta. Pertemuan ini bertujuan menyusun peta jalan kerja sama yang lebih terperinci menjelang kunjungan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia.
Dalam dialog tersebut, kedua pihak meninjau kembali hubungan ekonomi dan politik yang telah terjalin, serta mengidentifikasi peluang baru di sejumlah sektor strategis. Kedua menteri sepakat untuk mempercepat proses negosiasi dan menyiapkan dokumen kerja sama yang dapat ditandatangani pada kunjungan presiden.
Berikut ini adalah bidang‑bidang utama yang menjadi fokus kerja sama:
- Perdagangan barang dan jasa, termasuk peningkatan volume ekspor‑impor antara kedua negara.
- Investasi di sektor energi, terutama energi terbarukan dan infrastruktur energi.
- Agrikultur, dengan penekanan pada teknologi pertanian modern dan peningkatan ekspor produk pertanian.
- Teknologi informasi dan komunikasi, khususnya kolaborasi dalam pengembangan jaringan 5G dan keamanan siber.
- Pendidikan dan pertukaran akademik, meliputi beasiswa dan program pelatihan bagi mahasiswa serta tenaga kerja terampil.
- Pariwisata, dengan promosi destinasi wisata masing‑masing negara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Rencana kunjungan Presiden Lukashenko dijadwalkan pada pertengahan tahun 2024, dimana diharapkan akan ditandatangani beberapa nota kesepahaman (MoU) penting. Kedua negara menargetkan peningkatan investasi bilateral sebesar 30 persen dalam lima tahun ke depan, serta pencapaian pertumbuhan perdagangan tahunan minimal 10 persen.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik masing‑masing negara, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperluas jaringan pasar internasional.