Setapak Langkah – 22 April 2026 | Jakarta – Operator kompetisi Elite Pro Academy Super League (EPA) 2025/2026, I-League, mengutuk keras insiden tidak sportif yang terjadi pada pertandingan U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 melawan Dewa United Banten.
Insiden tersebut terjadi pada menit ke-27 ketika seorang pemain Bhayangkara Presisi Lampung melakukan tekel keras terhadap pemain Dewa United, yang kemudian memicu keributan di lapangan. Setelah kejadian, peluit wasit dibunyikan dan kedua tim saling mengajukan protes. Tidak ada cedera serius, namun perilaku tersebut jelas melanggar kode etik kompetisi.
Dalam pernyataan resmi, I-League menegaskan bahwa tindakan tidak sportif tidak dapat ditoleransi dalam turnamen yang mengusung nilai pengembangan pemain muda. “Kami menuntut sikap profesional dari semua pihak, terutama dalam kompetisi usia U-20 yang menjadi wadah pembinaan bakat sepak bola Indonesia,” ujar juru bicara I-League.
PSSI selanjutnya mengumumkan bahwa mereka akan menyiapkan sanksi tegas bagi pelaku dan pihak terkait. Menurut pernyataan PSSI, proses disipliner akan mencakup:
- Suspensi pemain yang terlibat minimal satu pertandingan.
- Denda administratif bagi klub yang terbukti melanggar.
- Pengurangan poin kompetisi bila insiden dianggap mengganggu integritas pertandingan.
- Pemberian peringatan tertulis kepada tim pelatih dan ofisial.
PSSI menambahkan bahwa semua keputusan akan diambil setelah evaluasi video dan laporan resmi dari wasit serta komite disiplin. Klub yang tidak mematuhi keputusan dapat dikenai sanksi tambahan, termasuk pencabutan izin kompetisi.
Kasus ini menjadi perhatian utama bagi seluruh ekosistem sepak bola Indonesia, mengingat EPA U-20 merupakan platform penting untuk menyiapkan pemain bagi level senior. Pengawasan ketat diharapkan dapat mencegah terulangnya perilaku serupa di masa mendatang.