Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | Pengacara terkenal Hotman Paris baru-baru ini mengemukakan pendapatnya mengenai penunjukan Teddy sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) dalam pemerintahan calon presiden Prabowo Subianto. Menurut Hotman, kedekatan pribadi yang telah terjalin selama 25 tahun menjadi dasar logis bagi penempatan tersebut.
Hotman menekankan bahwa hubungan lama bukan sekadar ikatan emosional, melainkan telah terbukti menghasilkan sinergi kerja yang solid dalam berbagai proyek politik dan sosial. Ia menambahkan bahwa Teddy memiliki pengalaman administratif yang memadai serta pemahaman mendalam mengenai dinamika internal partai dan pemerintahan.
Alasan Hotman Paris menyebut Teddy layak menjadi Seskab
- Kedekatan 25 tahun dengan Prabowo, yang mencakup kerja sama dalam kampanye, organisasi massa, dan konsultasi kebijakan.
- Pengalaman Teddy di bidang manajemen organisasi, termasuk peranannya di lembaga non‑pemerintah dan partai politik.
- Kemampuan Teddy dalam mengkoordinasikan tim lintas sektor, yang dianggap krusial untuk menjalankan agenda kabinet.
- Kepercayaan pribadi Prabowo terhadap Teddy, yang terbukti melalui delegasi tanggung jawab penting selama bertahun‑tahun.
- Reputasi Teddy yang relatif bersih dari kontroversi publik, sehingga dapat memperkuat citra kabinet yang ingin ditampilkan.
Hotman juga menyoroti bahwa penunjukan seorang yang sudah lama berada di lingkaran kepercayaan pemimpin dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dan meminimalisir gesekan internal. Ia berpendapat bahwa dalam situasi politik yang dinamis, kecepatan dan konsistensi kebijakan menjadi nilai lebih yang tak dapat diabaikan.
Meskipun demikian, Hotman mengakui bahwa penilaian akhir tetap berada di tangan Prabowo dan tim kampanyenya. Namun, ia yakin bahwa argumentasi yang didasarkan pada fakta hubungan pribadi dan rekam jejak profesional Teddy akan menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi.
Penunjukan Seskab sendiri menjadi sorotan penting karena jabatan tersebut bertanggung jawab mengelola agenda harian kepresidenan, mengkoordinasikan kementerian, serta memastikan implementasi kebijakan berjalan selaras dengan visi pemimpin. Oleh karena itu, pilihan yang tepat dianggap krusial bagi kelancaran pemerintahan yang akan datang.