Setapak Langkah – 12 Juli 2026 | Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan skema transformasi sektor penerbangan yang lebih ramah lingkungan dengan mengadopsi bahan bakar berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF). Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi beban pajak karbon bagi maskapai penerbangan dan menurunkan jejak emisi CO2 pada penerbangan internasional mulai tahun 2027.
Rencana Pemerintah dan Target 2027
Rencana utama pemerintah adalah mewajibkan penggunaan SAF pada semua bandara internasional di Indonesia pada tahun 2027. Dengan standar tersebut, maskapai yang menggunakan SAF akan mendapatkan insentif berupa pengurangan tarif pajak karbon, sementara maskapai yang masih mengandalkan bahan bakar fosil akan dikenakan tarif yang lebih tinggi.
Peran INACA
Ikatan Nasional Aviasi dan Carbon Accounting (INACA) berperan aktif dalam mendorong adopsi SAF. INACA bekerja sama dengan otoritas bandara, produsen bahan bakar, serta lembaga keuangan untuk membangun rantai pasokan SAF yang terintegrasi. Organisasi ini juga menyusun pedoman teknis dan regulasi yang memudahkan maskapai beralih ke bahan bakar berkelanjutan.
Manfaat SAF bagi Industri Penerbangan
- Pengurangan emisi CO2 hingga 80% dibandingkan bahan bakar konvensional.
- Pengurangan beban pajak karbon bagi maskapai yang beralih ke SAF.
- Peningkatan citra hijau dan daya saing internasional bagi maskapai Indonesia.
- Peningkatan ketahanan energi melalui diversifikasi sumber bahan bakar.
Langkah Implementasi
- Pembentukan fasilitas produksi SAF di dekat pelabuhan utama.
- Penetapan standar kualitas SAF yang sesuai dengan regulasi ICAO.
- Pelatihan teknis bagi personel operasional bandara dan maskapai.
- Pengawasan dan pelaporan emisi secara real-time melalui sistem digital.
Dengan kebijakan ini, diharapkan industri penerbangan Indonesia tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menghindari beban pajak karbon yang dapat membebani biaya operasional. Keberhasilan implementasi SAF akan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, INACA, dan pelaku industri terkait.