Setapak Langkah – 20 April 2026 | Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI sekaligus anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hidayat Nur Wahid, menekankan pentingnya memperkuat literasi keuangan di kalangan calon jemaah haji. Ia menyampaikan hal tersebut dalam sebuah pertemuan yang membahas tantangan pembiayaan ibadah haji pada akhir pekan lalu.
Ia mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk kementerian terkait, lembaga keuangan, serta organisasi keagamaan, untuk bersama-sama menyusun program edukasi yang sistematis. Program tersebut diharapkan dapat mencakup:
- Pengenalan produk tabungan haji yang sesuai dengan prinsip syariah.
- Penyuluhan tentang cara menghitung estimasi biaya haji secara realistis.
- Workshop perencanaan keuangan jangka panjang bagi calon jemaah.
- Penyediaan materi edukatif dalam bahasa yang mudah dipahami, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil.
Hidayat juga menekankan peran pemerintah dalam meningkatkan transparansi penggunaan dana haji. Ia mengusulkan pembentukan mekanisme pelaporan yang dapat diakses publik sehingga masyarakat dapat memantau alokasi anggaran secara langsung.
Selain itu, ia menyarankan agar lembaga keuangan memperluas jangkauan layanan digital untuk mempermudah proses pendaftaran dan pembayaran biaya haji. Dengan memanfaatkan teknologi, proses administrasi dapat dipercepat, sekaligus mengurangi potensi kesalahan atau penipuan.
Harapannya, dengan penguatan literasi keuangan, calon jemaah haji tidak hanya mampu menyiapkan dana secara optimal, tetapi juga dapat menjalankan ibadah dengan tenang, fokus pada aspek spiritual tanpa khawatir tentang masalah keuangan.