Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Amri Herdiman Hendropriyono, pada hari Rabu mengaitkan kembali kejayaan maritim Kerajaan Majapahit dengan peran strategis TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam era modern. Dalam wawancara yang dilansir media nasional, Hendropriyono menekankan bahwa warisan maritim Majapahit menjadi inspirasi bagi kebijakan pertahanan laut Indonesia saat ini.
Dia menambahkan bahwa TNI AL saat ini harus meneladani prinsip-prinsip tersebut untuk menghadapi tantangan keamanan maritim, termasuk sengketa wilayah, penyelundupan, dan ancaman non‑konvensional. Hendropriyono menyoroti tiga fokus utama yang perlu dikuatkan:
- Modernisasi armada: Pengadaan kapal selam, fregat, dan kapal patroli berbasis teknologi terkini.
- Peningkatan kemampuan sumber daya manusia: Pelatihan intensif bagi pelaut, perwira, dan personel pendukung.
- Pengembangan infrastruktur pelabuhan dan basis logistik: Memperluas jaringan pangkalan laut strategis di wilayah kepulauan.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara TNI AL dengan lembaga pemerintah lain, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), untuk mengoptimalkan riset dan produksi peralatan maritim dalam negeri.
Hendropriyono mengingatkan bahwa semangat Majapahit bukan sekadar nostalgia, melainkan landasan historis yang dapat memperkuat identitas maritim bangsa. “Jika TNI AL mampu meneladani visi kejayaan laut Majapahit, Indonesia akan semakin berdaya dalam mempertahankan kedaulatan wilayah perairan serta meningkatkan peran strategis di kancah internasional,” pungkasnya.