Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Memasuki peringatan Hari Lahir Pancasila ke‑2026, Prabowo Subianto mengajak pemerintah dan seluruh elemen bangsa untuk melakukan introspeksi mendalam terkait pencapaian ekonomi nasional.
Prabowo menyoroti bahwa meskipun pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan angka positif secara keseluruhan, disparitas antar wilayah masih sangat lebar. Beberapa provinsi mencatat pertumbuhan di atas 6 %, sementara daerah lain masih berjuang dengan pertumbuhan di bawah 2 %.
- Distribusi pendapatan yang tidak merata memperlemah daya beli masyarakat di daerah tertinggal.
- Pengelolaan sumber daya alam belum optimal; hasilnya sering terkonsentrasi pada sektor ekstraktif tanpa memberi manfaat luas.
- Kebutuhan investasi infrastruktur yang mendasar, seperti jalan, pelabuhan, dan jaringan energi, masih belum terpenuhi di banyak wilayah.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya kebijakan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keadilan sosial, selaras dengan sila‑sila Pancasila. Ia mengusulkan tiga langkah utama: memperkuat mekanisme transfer fiskal antar daerah, meningkatkan transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam, serta memperluas program pelatihan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Harapannya, kebijakan tersebut dapat menurunkan kesenjangan, meningkatkan kesejahteraan, serta memastikan bahwa manfaat dari kekayaan alam Indonesia dinikmati oleh seluruh rakyat, bukan hanya segelintir pihak.