Setapak Langkah – 13 Juni 2026 | Pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar Pertamax Green 95 menjadi Rp 17.000 per liter, naik dari Rp 15.000 per liter sebelumnya. Kenaikan ini merupakan bagian dari penyesuaian tarif bahan bakar untuk menyesuaikan dengan fluktuasi pasar internasional dan upaya memperkuat program ketahanan energi nasional.
Dalam sambutannya, Celios—sebuah lembaga riset kebijakan energi—menyoroti pentingnya diversifikasi sumber energi, khususnya melalui pengembangan bioetanol sebagai alternatif bahan bakar. Menurut Celios, bioetanol dapat mengurangi ketergantungan pada minyak bumi dan memberikan stabilitas harga jangka panjang.
Beberapa faktor yang memicu kenaikan harga Pertamax Green 95 antara lain:
- Peningkatan harga minyak mentah dunia.
- Penyesuaian biaya produksi dan distribusi domestik.
- Kebutuhan pendanaan untuk program bioetanol dan inisiatif energi terbarukan.
Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan program ketahanan energi berbasis bioetanol yang meliputi:
- Peningkatan produksi bahan baku nabati seperti tebu dan jagung.
- Pembangunan pabrik pengolahan bioetanol di beberapa provinsi.
- Insentif fiskal bagi pelaku industri yang beralih ke bahan bakar bioetanol.
Namun, Celios mengingatkan bahwa skala biaya yang besar terkait dengan proyek Food Estate—program pengembangan lahan pertanian berskala luas—bisa menjadi beban fiskal yang signifikan. Oleh karena itu, integrasi antara pengembangan bioetanol dan food estate harus dikelola secara efisien untuk menghindari pemborosan anggaran.
Berikut perbandingan harga Pertamax Green 95 sebelum dan sesudah penyesuaian:
| Periode | Harga per Liter (Rp) |
|---|---|
| Sebelum Kenaikan | 15.000 |
| Setelah Kenaikan | 17.000 |
Para analis ekonomi memperkirakan bahwa kenaikan harga ini dapat menambah tekanan inflasi pada sektor transportasi, namun diharapkan dapat mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan. Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memantau dinamika pasar dan menyesuaikan kebijakan guna menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan stabilitas ekonomi.